Kamis, 12 Juni 2014

Hati-hati! Quick Charging Bisa Rusak Baterai Ponsel


Teknologi quick charging sepertinya saat ini mulai populer karena dianggap bisa memenuhi kebutuhan sebagian besar pengguna smartphone. Fitur quick charging memungkinkan baterai ponsel dengan cepat terisi penuh tanpa harus menunggu lama.
Namun ternyata CEO Huawei Richard Yu memiliki pendapat lain soal ini. Pada acara peluncuran Smartphone terbaru Huawei, Ascend P7 di Paris, Prancis, Richard menyoroti soal teknologi quick charging ini.
Menurut Richard, Quick charge mempunyai dampak negatif terhadap siklus hidup baterai. Dengan fitur ini, Kondisi baterai ponsel akan lebih cepat rusak ketimbang umur ponselnya sendiri.
Kondisi ini akan lebih merepotkan jika jenis baterai smartphone tidak bisa dicopot. Pengguna tak bisa mengganti baterai ponsel yang rusak dengan mudah, jadi harus dibawa ke tempat service lebih dahulu.
Huawei saat ini lebih memilih untuk memperpanjang daya tahan baterai, ketimbang menggunakan teknologi quick charging. Melalui divisi R&D, perusahaan asal China ini terus berinovasi mengembangkan teknologi baterai, desain chipset dan efisiensi interface.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar